Senin, 20 Juli 2020

TUTORIAL MENYELAMATKAN BANGSA



Secman Five Melatih Hati
Qalbun salim (kalbu yang selamat)

Kata salîm berasal dari verba salima (selamat). Secara bahasa, qalb salîm adalah hati yang selamat dari penyakit atau kerusakan apa pun. Adapun pengertian khususnya adalah hati yang tidak mengenal selain Islam. Hati yang selamat adalah hati yang bebas dari segala hal yang membahayakan manusia. Apabila kita melihat hati yang selamat dari sisi ini, kita akan memahami maknanya secara lebih tepat. Hati yang selamat harus bersih dari kekafiran, syirik, serta keraguan dan kebimbangan. Hati yang penuh dengan kekafiran, betapapun pemiliknya berbuat baik dan humanis, tetap tidak akan menjadi hati yang selamat. Banyak manusia berkata, “Hatiku bersih karena aku sangat mencintai manusia dan selalu berusaha menolong mereka.” Ini adalah pengakuan kosong karena hatinya berisi kekafiran dan pengingkaran. Hatinya bukanlah hati yang selamat dan bersih, sebab ia mengingkari Pemilik dan Penguasa alam. Hatinya terisi oleh pengingkaran tersebut. Mencintai manusia dan nilai-nilai kemanusiaan adalah sesuatu yang baik dan penting, namun terlebih dahulu nilai-nilai kemanusiaan harus dipahami secara benar kemudian pemahaman ini harus berkesinambungan dan tidak terputus. Pemahaman semacam ini terkait dengan iman. Tanpa iman, segala bentuk kebaikan, keindahan, dan kemuliaan hanyalah dusta atau sementara sehingga tidak bernilai.

Bersih (selamat) dari kecurangan, dendam, dengki, kikir, kibir, hubbud dunia (cinta dunia) dan kedudukan. Jadi, dia selamat dari semua kotoran yang menjauhkannya dari Allah;
Selamat dari semua syubhat yang menyanggah beritaNya.
Selamat dari semua syahwat yang menantang perintahNya.
Selamat dari semua keinginan yang bersaing dengan apa yg di kehendakiNya.
Selamat dari penghalang yang menghentikannya dari Allah.

Qalbun salim harus bersih dari 5 hal :
1. Dari syirik, yang berlawanan dengan tauhid.
2. Dari bid’ah, yang berlawanan dengan sunnah
3. Dari syahwat, yang menyelisihi perintah
4. Dari kelalaian, yang berlawanan dengan dzikir
5. Dari hawa nafsu, yang berlawanan dengan upaya pemurnian dan keikhlasan.

Diantara tanda-tanda Qalbun Salim adalah :
A. Dia selamat dari rasa suka kepada hal yang tidak disukai oleh Allah.
B. Hati selalu mnggerakkan pemiliknya agar senaniasa bergantung Allah.
C. Hati itu tidak pernah putus mengingat Allah.
D. Apabila disodorkan kepadanya sesuatu yg buruk, maka ia menjauh
E. Jika satu saja amal taat luput dikerjakannya, dia merasa kehilangan dan sakit.
F.  Dia selalu rindu ingin bertemu dengan Allah.
G. Setiap mulai shalat, hilang darinya kesedihan dan cemas terhadap urusan dunia.
H. Selalu menjaga waktunya untuk hal2 yg berguna,jauh dari yang sia-sia.
I.   Perhatian untuk memperbaiki amal lbh besar drpada mengerjakan amalan itu sendiri.

Hati yang selamat dengan pengertian ini sangatlah penting. Manusia mungkin melakukan banyak amal kebaikan, mungkin ia telah bersikap ksatria dan banyak berkorban, namun yang harus dipastikan adalah keselamatan hatinya dari kekafiran dan kemusyrikan.
Selanjutnya hati harus dimakmurkan dengan Islam dan harus berhias akhlak Al-Quran. Apabila hati tidak dihiasi dengan akhlak yang diperintahkan Al-Quran, ia bukan hati yang selamat. Hati manusia menjadi selamat sesuai dengan seberapa baik ia mengikuti akhlak Rasul saw., karena beliau adalah sosok yang menampilkan akhlak Al-Quran dan seluruh manifestasi hati yang selamat. Jika tidak mengikuti Rasul, janganlah menipu diri. Kita berdoa kepada Allah Swt. agar Dia memberikan taufik kepada kita untuk bisa mengikuti akhlak Rasul-Nya dan berahklak dengan akhlak beliau.

Kita berharap agar kaum mukmin yang saat ini menunaikan pengabdian kepada Islam tidak membatasi pengabdian pada masalah ibadah dan ketaatan semata serta tidak mengisi hati mereka hanya dengan itu. Tetapi, pada waktu yang sama mereka harus siap untuk memberikan pengorbanan moral maupun materi demi kebahagiaan dunia dan akhirat orang lain. Mereka harus rela mengorbankan kenikmatan hidup guna membahagiakan orang lain dan menyelamatkan kehidupan akhirat mereka. 

Dalam Kitab Al-Hikam dijelas;

Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi kalbu sebagaimana uzlah, karena dengan memasuki uzlah (perenungan) pikiran kita jadi luas.

Bagaimana hati dapat bersinar, sementara gambar-gambar duniawi tetap terlukis dalam cermin hati itu? Atau, bagaimana hati dapat berangkat menuju Allah, karena masih terbelenggu oleh syahwatnya? Atau, bagaimana mungkin seseorang akan antusias menghadap kehadirat Allah, pabila hatinya belum suci dari junub kelalaiannya? Atau bagaimana mungkin seorang hamba bisa memahami kedalaman berbagai rahasia, sementara ia belum bertaubat dari kesalahannya?

TIDAK ADA YANG SELAMAT DI HARI ESOK (KIAMAT) KECUALI YANG DATANG DENGAN MEMBAWA HATI YANG BERSIH. (Makna firman Allah Surah Asy syu`ara ayat 88-89)


Hati Bersih, Hidup Sejahtera, Mati Bahagia


Sabtu, 11 Juli 2020

TUTORIAL MENYELAMATKAN BANGSA








Secman Four Melatih Hati Menuju Kaffah
Qalbun Marid (Hati yang Sakit)



Pembaca yang baik, 
Qalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani, dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat. Qalbu bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya dengan Berzikir. Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah Swt., cinta, tawakkal, bertaubat dan berkhidmat untuk-Nya.

Sesungguhnya apabila badan sakit, maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat, dan tidur juga tak nyaman. Demikian pula hati, apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia, maka nasihat susah masuk kepadanya (Malik Bin Dinar)
selagi  badan sakit, tak ada gunanya makanan dan minuman. begitu pula hati yang sakit karena syahwat, maka tak ada gunanya nasihat dan peringatan (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)
                     
CIRI-CIRINYA;
Orang yang memiliki hati yang sakit, tak ubahnya seperti gelas kusam yang berisikan air keruh. Jangankan sebutir debu  yang mencemarinya, paku payung, jarum, silet atau patahan cutter sekalipun yang masuk, tidak akan terlihat.
Orang yang menderita Qolbun Maridh akan sulit menilai secara jujur apa pun yang nampak di depannya. Melihat orang yang sukses timbul iri dengki; mendapati kawan memperoleh karunia rezeki, timbul resah dan benci; dihadapkan pada siapa pun yang memiliki kelebihan, hatinya akan berkeinginan untuk menyelediki aib dan kekurangannya. Bila sudah ditemukan, ia akan merasa puas dan gembira. Ibarat menemukan barang berharga, ia kemudian menyebarkan aib dan kekurangan itu kepada siapa saja. Ini semua dilakukan agar kelebihan yang ia temukan pada orang tersebut akan tenggelam.
 
Adapun ciri lainnya dari hati yang sakit adalah, cenderung menyukai makanan rohani yang memberinya mudharat. Sebaliknya, ia enggan cenderung dan menerima santapan rohani yang bermanfaat. Walhasil, hati yang sakit adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit.
Di dalam Qolbun Maridh, terdapat mahabbah; kecintaan kepada Allah dan keimanan, keikhlasan serta tawakal kepada-Nya. Di sisi lain, terdapat rasa cinta terdapat hawa nafsu, ketamakan untuk meraih kesenangan, mementingkan kehidupan di dunia dan lain sebagainya.

Rasulullah Saw pernah bersabda,
“Ingatlah, dalam tubuh manusia ada segumpal daging, bila ia baik maka, akan baiklah seluruh tubuh, akan tetapi bila ia rusak, maka akan rusak pula tubuh itu seluruhnya. Segumpal daging itu adalah qolbu (hati).” (HR. Bukhari Muslim)
 
Hati Bersih, Hidup Sejahtera, Mati Bahagia

TUTORIAL MENYELAMATKAN BANGSA

Secman Five Melatih Hati Qalbun salim (kalbu yang selamat) Kata salîm berasal dari verba salima (selamat). Secara bahasa, qalb...