Secman Four Melatih Hati Menuju Kaffah
Qalbun
Marid (Hati yang Sakit)
Pembaca yang baik,
Qalbu bisa sakit
sebagaimana sakitnya jasmani, dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat. Qalbu
bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya dengan Berzikir. Qalbu bisa
pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Qalbu
pun bisa lapar dan dahaga sebagimana badan, maka makanan dan minumannya adalah
mengenal Allah Swt., cinta, tawakkal, bertaubat dan berkhidmat untuk-Nya.
Sesungguhnya apabila badan sakit, maka makan dan minum sulit
untuk tertelan, istirahat, dan tidur juga tak nyaman. Demikian pula hati,
apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia, maka nasihat susah masuk
kepadanya (Malik Bin Dinar)
selagi badan sakit, tak ada
gunanya makanan dan minuman. begitu pula hati yang sakit karena syahwat, maka
tak ada gunanya nasihat dan peringatan (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)
Orang yang memiliki hati yang sakit, tak ubahnya seperti gelas kusam yang berisikan air keruh. Jangankan sebutir debu yang mencemarinya, paku payung, jarum, silet atau patahan cutter sekalipun yang masuk, tidak akan terlihat.
Orang yang menderita Qolbun Maridh akan sulit menilai secara jujur apa pun yang nampak di depannya. Melihat orang yang sukses timbul iri dengki; mendapati kawan memperoleh karunia rezeki, timbul resah dan benci; dihadapkan pada siapa pun yang memiliki kelebihan, hatinya akan berkeinginan untuk menyelediki aib dan kekurangannya. Bila sudah ditemukan, ia akan merasa puas dan gembira. Ibarat menemukan barang berharga, ia kemudian menyebarkan aib dan kekurangan itu kepada siapa saja. Ini semua dilakukan agar kelebihan yang ia temukan pada orang tersebut akan tenggelam.
Adapun ciri lainnya dari hati yang sakit adalah, cenderung menyukai makanan rohani yang memberinya mudharat. Sebaliknya, ia enggan cenderung dan menerima santapan rohani yang bermanfaat. Walhasil, hati yang sakit adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit.
Di dalam Qolbun Maridh, terdapat mahabbah; kecintaan kepada Allah dan keimanan, keikhlasan serta tawakal kepada-Nya. Di sisi lain, terdapat rasa cinta terdapat hawa nafsu, ketamakan untuk meraih kesenangan, mementingkan kehidupan di dunia dan lain sebagainya.
Rasulullah Saw pernah bersabda,
“Ingatlah, dalam tubuh manusia ada segumpal daging, bila ia baik maka, akan baiklah seluruh tubuh, akan tetapi bila ia rusak, maka akan rusak pula tubuh itu seluruhnya. Segumpal daging itu adalah qolbu (hati).” (HR. Bukhari Muslim)
Hati
Bersih, Hidup Sejahtera, Mati Bahagia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar