TUTORIAL
MENYELAMATKAN BANGSA
TRAINING TWO
TADRIBUL QOLB (MELATIH HATI) SUPAYA MENJADI MUSLIM
YANG KAFFAH
Pembaca yang baik,
Untuk
lebih terarahnya pemahaman maka Penulis menetapkan bahwa yang penulis maksud
dalam pembahasan Tadribul Qolb disini adalah qolb dalam pengertian suatu organ tubuh yang
terletak didada manusia sebagai tempat bertarungnya pengaruh kebaikan dan
kejahatan. Oleh karena itu Qolb selalu terbolak-balik dan mengharu biru
bergejolak.
Hati bisa bermakna sebagai sesuatu
yang terkandung di dalam tubuh dan menjadi tempat segala aktivitas batin;
senang, sedih, suka, benci, sabar, dendam, rasa pengertian, dan lainnya.
Suasana hati itu dapat mempengaruhi perilaku atau penampilan diri. Hati yang senang akan menampakkan keceriaan, hati yang sedih akan menampakkan kemurungan, hati yang benci akan menampakkan kesinisan bahkan bengis, dsb. Maka disinilah perlu Tadribul Qolb untuk pembimbing menuju Hati yang Kaffah. Hal ini disebabkan karena Manusia sebagai pelaku hati yang dibina telah dibimbing sesuai dengan yang dibutuhkan, hingga paham bagaimana mana menata hati agar tidak kacau, ragu, tidak paham atau rasa lain seperti tak tau.
1. Qolbun mayyit hati yang mati. Ketertutupan dan
kekerasan hatinya tidak akan bisa menerima cahaya kebenaran Islam. Apa ciri
orang yang hatinya mati? Ya seperti orang yang mati tidak bisa dinasehati.
Allah Ta'ala berfirman: "Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka
akan kembali (ke jalan yang benar). (QS Al-Baqarah: 18)
2.
Qolbun maridh. Inilah hati yang sakit. Merasa sedang
mencari jalan selamat, tapi sebenarnya celaka. Misalnya, ibadah diwarnai bid'ah
atau me-nyelewengkan ayat-ayat Alquran menjadi mantra untuk pemenuhan hawa
nafsu belaka. Sifat munafik termasuk hati yang sakit ini. Sebagaimana firman
Allah, yang artinya: ''Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman,
mereka berkata: 'Kami telah beriman'. Tetapi apabila mereka kembali kepada
setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata: 'Sesungguhnya kami bersama
kamu, kami hanya berolok-olok'.'' (QS Al-Baqarah [2]: 14).
3. Qolbun salim atau hati yang selamat. Ia selalu condong
pada kebenaran dengan hanya mengikuti ajaran Islam berdasarkan Alquran dan
hadis. Firman Allah SWT, yang artinya: ''Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang
apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan
(perkara) di antara mereka, mereka berkata: 'Kami mendengar dan kami taat'. Dan
mereka itulah orangorang yang beruntung.'' (QS An-Nur [24]: 51).
Hati
Bersih, Hidup Sejahtera, Mati Bahagia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar