TUTORIAL
MENYELAMATKAN BANGSA
TRAINING TREE
TADRIBUL QOLB (MELATIH HATI) SUPAYA
MENJADI MUSLIM YANG KAFFAH
Qolbun Mayyit (Hati yang Mati), Apa
Itu?
Hati yang mati tak ubahnya seperti
jasad yang tidak bernyawa. Kendati dicubit, dipukul bahkan diiris sekalipun, ia
tidak akan merasakan apa-apa.
“Dan siapakah yang lebih dzalim
daripada orang yang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya
lalu ia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh
kedua tangannya? Sesungguhnya kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka
(sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (kami letakkan pula) sumbatan di
telinga mereka. Dan kendatipun kami menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya
mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.” (QS. Al Kahfi [18]:57)
Dalam surat lain Allah Swt.,
berfirman: “Allah telah menutup hati dan pendengaran mereka, dan pada
penglihatan mereka ada penutup; dan bagi mereka azab yang berat.” (QS. Al
Baqarah [2]:7)
Bagi orang yang hatinya sudah mati, saat melakukan perbuatan baik atau buruk, dirasakannya sebagai hal yang biasa-biasa saja; tidak memiliki nilai sama sekali. Bahkan ia akan merasa bangga dengan masa lalunya yang selalu dipenuhi perbuatan buruk; mencuri, berzina, menipu dan sebagainya.
Kalaupun ia berbuat kebaikan sekecil apa pun, itu hanya akan membangkitkan rasa bangga diri, rindu pujian serta penuh ujub dan takabur.
Ada 2 ciri utama Qalbun Mayyit (Hati Yang Mati), yaitu :
1. Selalu menolak akan kebenaran dari Allah SWT.
2. Selalu melakukan kerusakan / berlaku zhalim sesama makhluk hidup bahkan terhadap dirinya sendiri.
Dalam riwayat Ibrahim bin Adam yang sedang berjalan dipasar Basrah, lalu orang-orang yang berada dipasar tersebut mengerumuninya dan seraya bertanya: Wahai Ibrahim bin Adam, kami sudah memanjatkan do`a tetapi mengapa do`a-do`a kami itu belum juga dikabulkan oleh Allah SWT? lalu Ibrahim bin Adam menjawab: Karena hati kalian telah mati oleh beberapa hal :
1. Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan kewajibannya.
2. Kalian mengakui mencintai Rasulullah, tapi meninggalkan sunnahnya.
3. Kalain membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mengamalkan isi kandungannya.
4. Kalian sangat banyak diberi nikmat karunia, tapi kalian tidak mensyukurinya.
5. Kalian selalu mengatakan bahwa syetan itu musuh kalian, tetapi kalian mengikuti langkahnya.
6. Kalian mempercayai surga itu ada, tetapi tidak berbuat amal untuk mengantarkannya kesana.
7. Kalian mempercayai neraka itu ada, tetapi kalian tidak lari dari panas siksanya.
8. Mengakui bahwa kematian itu benar adanya, tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian tersebut.
9. Kalian sibuk mengurusi kekurangan orang lain, akan tetapi kalian lupa pada kekurangan diri kalian sendiri.
10. Kalian mengubur jenazah, akan tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.
Bagi orang yang hatinya sudah mati, saat melakukan perbuatan baik atau buruk, dirasakannya sebagai hal yang biasa-biasa saja; tidak memiliki nilai sama sekali. Bahkan ia akan merasa bangga dengan masa lalunya yang selalu dipenuhi perbuatan buruk; mencuri, berzina, menipu dan sebagainya.
Kalaupun ia berbuat kebaikan sekecil apa pun, itu hanya akan membangkitkan rasa bangga diri, rindu pujian serta penuh ujub dan takabur.
Ada 2 ciri utama Qalbun Mayyit (Hati Yang Mati), yaitu :
1. Selalu menolak akan kebenaran dari Allah SWT.
2. Selalu melakukan kerusakan / berlaku zhalim sesama makhluk hidup bahkan terhadap dirinya sendiri.
Dalam riwayat Ibrahim bin Adam yang sedang berjalan dipasar Basrah, lalu orang-orang yang berada dipasar tersebut mengerumuninya dan seraya bertanya: Wahai Ibrahim bin Adam, kami sudah memanjatkan do`a tetapi mengapa do`a-do`a kami itu belum juga dikabulkan oleh Allah SWT? lalu Ibrahim bin Adam menjawab: Karena hati kalian telah mati oleh beberapa hal :
1. Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan kewajibannya.
2. Kalian mengakui mencintai Rasulullah, tapi meninggalkan sunnahnya.
3. Kalain membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mengamalkan isi kandungannya.
4. Kalian sangat banyak diberi nikmat karunia, tapi kalian tidak mensyukurinya.
5. Kalian selalu mengatakan bahwa syetan itu musuh kalian, tetapi kalian mengikuti langkahnya.
6. Kalian mempercayai surga itu ada, tetapi tidak berbuat amal untuk mengantarkannya kesana.
7. Kalian mempercayai neraka itu ada, tetapi kalian tidak lari dari panas siksanya.
8. Mengakui bahwa kematian itu benar adanya, tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian tersebut.
9. Kalian sibuk mengurusi kekurangan orang lain, akan tetapi kalian lupa pada kekurangan diri kalian sendiri.
10. Kalian mengubur jenazah, akan tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.
Pendek
kata, mereka tidak dapat
memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al Quran yang mereka dengar dan tidak
dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka Lihat di
cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.
Hati
Bersih, Hidup Sejahtera, Mati Bahagia


